Rabu, 19 September 2012
Perubahan Iklim, Kesehatan Hewan, Manusia dan Lingkungan
Perubahan Iklim menjadi salah satu isu penting di abad ke-21 ini. Konferensi Tingkat Tinggi PBB tentang perubahan iklim yang diselenggarakan di Copenhagen, Denmark menunjukkan bahwa sedemikian pentingnya isu ini bagi setiap Negara di dunia untuk mulai memikirkan masa depan planet bumi dan menjaga kelangsungan makhluk hidup di dalamnya.
Setiap tanggal 22 April, masyarakat dunia khususnya masyarakat peduli lingkungan memperingatinya sebagai Hari Bumi. Peringatan yang pertama kali dilakukan pada 22 April 1970 di Amerika Serikat atas prakarsa seorang senator yang bernama Geylord Nelson itu, bagi pejuang lingkungan hidup merupakan momen untuk mendesak masuknya isu lingkungan hidup dalam agenda tetap nasional dan mengingatkan manusia akan pentingnya kelestarian lingkungan hidup. Isu dunia tentang lingkungan yang terhangat saat ini adalah masalah pemanasan global (global warming) dan akibat-akibatnya bagi kehidupan manusia. Istilah itu semakin popular sejak Al Gore mantan wapres AS membuat sebuah film yang menggambarkan betapa dasyatnya dampak pemanasan global di bumi ini. Bukti ilmiah lain secara luas dipublikasi dalam Intergovermental Panel on Climate Change pada tahun 2001 bahwa iklim global bertambah panas pada tingkat yang lebih cepat dari sebelumnya, dengan bentuk banyaknya bencana seperti banjir, badai dan frekuensi ekstrim seperti El nino.
Apa itu Pemanasan Global ?
Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi. Pada saat ini, Bumi menghadapi pemanasan yang cepat, yang oleh para ilmuan dianggap disebabkan aktifitas manusia. Penyebab utama pemanasan ini adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer.
Diperkirakan, setiap tahun dilepaskan *18,35 miliar* ton karbon dioksida (18,35 milliar ton karbon dioksida ini sama dengan 18,35 X 1012 atau 18.350.000.000.000/kg karbon dioksida).Ketika atmosfer semakin kaya akan gas-gas rumah kaca ini, ia semakin menjadi insulator yang menahan lebih banyak panas dari Matahari yang dipancarkan ke Bumi. Inilah yang disebut dengan Efek Rumah Kaca.
Rata-rata temperatur permukaan Bumi sekitar 15°C (59°F). Selama seratus tahun terakhir, rata-rata temperatur ini telah meningkat sebesar 0,6 derajat Celsius (1 derajat Fahrenheit). Para ilmuan memperkirakan pemanasan lebih jauh hingga 1,4 – 5,8 derajat Celsius (2,5 – 10,4 derajat Fahrenheit) pada tahun 2100.
Kesehatan Manusia, Hewan dan Lingkungan
Selama ini literature ilmiah tentang dampak perubahan iklim terhadap kesehatan manusia banyak dipublikasi terutama penyakit yang ditularkan melalui vector. Namun apabila kita cermati bahwa 60% penyakit yang ada pada manusia merupakan penyakit zoonosis atau ditularkan oleh hewan dan atau sebalikny dan tidak terfikirkan sebelumnya bahwa perubahan iklim yang signifikan selama ini berdampak nyata pada sebagian penyakit hewan (Baylis and Githeko, 2006).
Organisasi Kesehatan Dunia (OIE) pada tahun 2009 menyatakan bahwa sebagai akibat dari globalisasi dan perubahan iklim, dunia menghadapi munculnya penyakit-penyakit hewan yang baru dan yang muncul kembali (emerging and reemerging animal disease).
Kesehatan hewan dapat dipengaruhi oleh perubahan iklim melalui empat cara yaitu penyakit-penyakit dan stress yang berkaitan dengan cuaca panas, kejadian cuaca yang ekstrim, adaptasi system produksi ternak terhadap lingkungan baru dan penyakit hewan yang muncul baru dan yang muncul kembali.
Langganan:
Komentar (Atom)